5 Mei 2026

Dokter sakit dilarang intership!!!

Begitulah kesimpulan yang mudah ditarik ketika melihat tangkapan layar dari instruksi menteri kesehatan yang tersebar di berbagai grup. Sebelumnya izinkan saya mengucapkan bela sungkawa terhadap dr. Myta, dokter intership yang meninggal dunia dalam kondisi menunaikan tugas sebagai dokter di salah satu RS wilayah Jambi

Salah satu temuan yang didapatkan dari grup internship bahwasanya almarhumah menderita penyakit kronis sebelum masuk mengikuti kegiatan internship. Alhasil pihak penyelenggara cek kesehatan umum (medical check up) sontak mendapatkan teguran dan penalty berupa tidak dilakukan kerja sama untuk pemeriksaan calon dokter kedepannya. Sebelum kejadian ini sudah ada 3 dokter yang meninggal dalam kurun waktu 6 bulan terkait pelaksanaan internship di daerah masing-masing. Sebenarnya apa akar masalah penyebabnya?

Beberapa hal yang perlu diluruskan yang pertama terkait stigma dokter Gen-Z yang lembek, artinya dokter kelahiran 2000-an ke atas. Stigma ini jelas menghambat proses tukar ilmu dan kolaborasi dokter intership dengan sejawat antar profesi atau sejawat dokter definitif. Barrier mental ini tidak perlu digeneralisir karena seiring bertambahkanya jumlah fakultas kedokteran dan percepatan lulusan dokter tidak dipungkiri kurikulum FK semakin lama dibuat sepadat mungkin dengan mengedepankan asas kritis dan pendidikan berkelanjutan.  Dampak kebijakan ini seminimal mungkin diantisipasi dengan mengadakan ujian kompetensi kedokteran berbasis komputer dan praktek yang ketat. Namun harapan klinis dengan akademik baik dari skill maupun kompetensi tidak dapat bertemu karena apa yang diajarkan di kampus belum tentu dapat dipraktekan di lapangan, Dokter perlu memiliki naluri adaptasi dan seni dalam memanfaatkan kelebihan dan kekurangan yang ditemukan di lapangan. Baik dalam hal hardskill, softskill dan spiritual. 

Dalam prakteknya dokter lebih disibukkan dengan adaptasi kebijakan dan penguasaan program elektronik rekam medis demi tuntutan pelayanan kesehatan yang leg-artis dan menjunjung etika dan hukum kesehatan. Selain itu dokter lebih disibukkan dalam menjelaskan kriteria pasien jaminan kesehatan yang berpotensi menimbulkan protes dan ketidakpuasan pasien, alih-alih digoreng oleh LSM dan media sesat sebagai kasus penolakan. Ketakutan dan keseusahan dokter ini selayaknya ditangkap dan segera ditindaklanjuti oleh stakeholder dan perkumpulan sehingga masalah kematian dokter selama bertugas karena burnout dan overburden tidak menjadi hal lumrah kedepannya
Read More..

30 April 2026

Ketika Pejabat Menyampaikan Ide-nya didepan Publik


Pejabat adalah produk masyarakat
Ide adalah produk pikiran
Pernyataan di depan publik adalah produk dari tutur yang diperintah pikiran
Apakah brandy atau whisky? Semoga isinya Bismillah bukan kedua sebelumnya
Gaduh.
Read More..

Mengapa Program Studi Kampus yang Tidak Relevan Perlu dihapuskan? Kaitannya dengan Artificial Intelegence

Halo,
tahun 2026 menjadi tahun pertengahan kerja bapak Prabowo di era kepemimpinannya, (2024-2029), wajar jika gebrakan selalu muncul dari berbagai kebijakan menteri dan staf di kabinet beliau. Kali ini yang perlu saya komentari adalah kebijakan penghapusan program studi kampus yang dinyatakan tidak menyerap tenaga kerja secara maksimal (red: kurang populer)

Beberapa jurusan seperti keguruan dan pendidikan ekonomi dan sejarah statusnya rentan untuk tergantikan. Jurusan tersebut merupakan jurusan yang dalam pengembangan keilmuannya dianggap tidak memiliki inovasi dan update keilmuan. Terutama hal yang menyangkut analisis permukaan dan keilmuan yang bersifat turun menurun, rutinitas. Fenomena Artificial Intelegence (AI) yang mudah dijangkau kalangan membuat penalaran kritis keilmuan tersebut tumpul, cenderung tidak bertumbuh. Bantuan AI seperti Gemini, Grok, ChatGPT membuat penalaran sederhana dan penarikan kesimpulan dari berbagai referensi di dunia maya dapat dilakukan dalam hitungan menit, tanpa perlu bantuan search engine atau peng-index-an yang ekslusif bagi sebagian kalangan. Dalam dunia AI dikenal istilah "lazy prompting", atau yang dikenal memberikan perintah ke AI untuk mengerjakan suatu tugas mulai dari analisa sampai membuat kesimpulan hanya bermodalkan perintah sederhana. Kemudian perangkat yang terhubung dengan AI juga bisa dilakukan proses "berlatih" yaitu dengan cara memberikan prompt atau perintah secara berkesinambungan dalam sebuah topik sehingga AI beradaptasi dengan proses dan output dari informasi yang disajikan

Sebenarnya AI masih belum membahayakan karena sampai saat kekuatan AI dalam fase Language Learning Machine, jadi manusia masih memegang peran pentingnya, belum ke tahap automasi dan adaptasi berkelanjutan. Saya setuju dengan penghapusan program studi yang bias dan perkembangan keilmuannya dapat digantikan dengan mudah oleh AI. Bonus demografi yang akan didapatkan oleh negara Indonesia perlu ditangkap sebaik mungkin. Lulusan prodi yang tidak memiliki impact nyata seyogyanya perlu mendapatkan penalty minimal berupa tidak diakuinya sebagai pendidikan formal sehingga diturunkan menjadi sebuah ke-kursus-an.

Langkah seperti ini sangat diperlukan untuk mencegah generasi muda tidak terjebak dengan promosi "menipu" bahwa prodi tersebut masih menjanjikan lapangan pekerjaan yang jelas-jelas alumninya kebanyakan bekerja di bidang yang sama sekali tidak relevan dengan jurusan yang diambilnya

dr.wahyu
Read More..

19 Juli 2024

Episode usia 30 tahun

Hello world!
Kayaknya blogspot cocok untuk menyimpan foto-foto nostalgia,
Baru saja diriku melihat foto-foto selama di asrama UNAIR ya dari halaman blog ini. Menulis kayaknya udah bukan merupakan kegiatan yang asyik, tapi kalo udah disiplin harusnya ya tetap jalan. Sebagai mana ide harus selalui dituang, ga usah disimpan atau direnungkan terus-terusan supaya tidak menjadi jerawat hehehe...

2024 dunia makin banyak distraksi, tapi sebisa mungkin menulis harus tetap dibiasakan rutin, hari ini aku mulai menulis karena tergugah melihat foto jaman dulu. Muncul rasa terheran-heran kenapa dulu aku kok bisa kayak gitu? Aku yang sekarang bersyukur dan berterima kasih kepada Aku di tahun 2011 yang tidak berhenti berjuang, tidak mengeluh kepada semua hal yang didapatkan.

Terima kasih

Read More..

28 Desember 2016

Refleksi Akhir Tahun (JKN, Dokter layanan primer dan Puskesmas terakreditasi)

Hello world!
Assalamualaikum wr. wb.

Tahun 2016 cukup banyak isu kesehatan yang kita hadapi. Mulai dari penemuan vaksin palsu hingga demonstrasi sejawat menolak program Dokter Layanan Primer (DLP). Kali ini saya ingin mengajak pembaca mengingat kembali pada cita-cita luhur bangsa dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC). Falsafah dan dasar negara Pancasila terutama sila ke-5 mengakui hak asasi warga atas kesehatan. Hak ini juga termaktub dalam UUD 45 pasal 28H dan pasal 34, dan diatur dalam UU No. 23/1992 yang kemudian diganti dengan UU 36/2009 tentang Kesehatan. Dalam UU 36/2009 ditegaskan bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan dan memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau. Sebaliknya, setiap orang juga mempunyai kewajiban turut serta dalam program jaminan kesehatan sosial. Usaha untuk meraih UHC sudah dilakukan oleh pemerintah kurang lebih selama 2 tahun ini melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tentu saja selama pelaksanaan JKN terdapat beberapa evaluasi yang harus dikaji dan segera diperbaiki

Di penghujung tahun ini saya ingin bertanya kepada para pembaca:
"Sudahkah Anda berkunjung ke Puskesmas?"



Dahulu sebelum era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) puskesmas menjadi salah satu tempat yang sering "terlewatkan" oleh masyarakat kita. Masyarakat lebih memilih berobat ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut. Tampaknya ada kekhawatiran pada saat itu terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas sehingga masyarakat lebih sering berobat ke rumah sakit. Seringkali dulu kita menemui puskesmas yang terlihat "apa adanya". Puskesmas dengan keterbatasan fasilitas dan tenaga medisnya mungkin sudah jarang terlihat di kota besar dan daerah yang dekat dengan pusat. Apalagi saat ini Puskesmas wajib diakreditasi untuk dapat bekerja melayani JKN. Selain itu faktor geografis dan letak puskesmas yang lebih jauh daripada fasilitas kesehatan non primer membuat masyarakat enggan berkunjung ke Puskesmas.

Seiring dengan diterapkannya JKN maka mau tidak mau masyarakat harus mematuhi peraturan dan alur berobat yang telah ditetapkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Sehingga tidak heran bahwa saat ini banyak sekali pasien yang kita temui pada saat kita berkunjung ke Puskesmas. Singkatnya sistem rujukan pengobatan saat ini sudah lebih tertata walaupun ada beberapa masyarakat yang "mengakali" sistem rujukan supaya cepat terlayani. Suatu keniscayaan tampaknya dengan diberlakukannya JKN maka antrian pasien semakin memanjang dan waktu terlayani semakin lama. Wajar jika diantara pasien sering kali terdengar ucapan "Kalau gak mau antri ya pilih mandiri"

 

Kembali lagi pada realita yang ada di Puskesmas. Setiap tahun petugas puskesmas memiliki pekerjaan rumah (PR) khusus yang membuat mereka resah, yaitu akreditasi. Akreditasi merupakan syarat wajib yang diberlakukan oleh peraturan perundang-undangan plus BPJS. Pentingnya dimana? Kalo gak ikut akreditasi ya gak bisa klaim JKN. Akreditasi itu ibarat ujiannya puskesmas. Puskesmas harus bisa memenuhi beberapa standar pelayanan dan fasilitas minimal. Harapannya adalah peningkatan dan penyetaraan mutu Puskesmas sehingga kepuasan masyarakat terhadap puskesmas meningkat.

 

Selain itu sisi penting dari fungsi Puskesmas dalam upaya kesehatan promotif dan preventif lebih optimal dengan adanya akreditasi. Paradigma mencegah sakit harusnya sudah menjadi fokus utama Puskesmas dan masyarakat. JKN tidak akan berhasil jika masyarakat tidak ikut berpartisipasi aktif dalam menjaga dan meningkatkan kesehatannya. Sampai saat ini permasalahan yang ada di Puskesmas selain program yaitu karakteristik dan pola pikir masyarakat yang masih tak acuh terhadap kesehatan.

Setelah Puskesmas terakreditasi ternyata problem JKN tidak berhenti sampai disitu. BPJS menemukan jumlah rujukan dari Puskesmas masih sangat tinggi. Singkatnya BPJS berkesimpulan bahwa beberapa unsur tenaga medis di layanan primer masih belum cukup baik untuk menangani pasien sesuai kompetensinya. Ujug-ujug dari data tersebut BPJS mengusulkan kebijakan melalui jalur perundangan berupa peraturan menteri, keluarlah istilah Dokter Layanan Primer (DLP). DLP merupakan istilah baru yang ada di Indonesia. Jadi di Indonesia ada istilah Dokter Umum, Dokter Spesialis dan Dokter Layanan Primer. Menurut peraturan tersebut DLP merupakan dokter setara spesialis yang ditugaskan di layanan kesehatan primer. Singkatnya DLP adalah dokternya BPJS yang dapat menerima klaim JKN, Sehingga lulusan dokter umum saja tidak cukup bekerja dilayanan primer dan menerima klaim seperti DLP. Dokter umum wajib sekolah lanjut selama minimal 3 tahun rencananya. Hal inilah yang menjadi inti penolakan dari sejawat dokter di Indonesia. Pada dasarnya alasan sejawat adalah dengan kewaiban sekolah lagi maka pelayanan kesehatan primer akan terbengkalai. Terlebih institusi pendidikan kedokteran yang benar-benar baik (akreditasi A) masih sedikit. Masih banyak FK yang terakreditasi C dan turut dalam mencetak dokter. Tentu sejawat berpemahaman bahwa kualitas dokter setara dengan akreditasi FK-nya. Selain itu fokus untuk menyelesaikan masalah bukan menambah masa studi akan tetapi dengan cara memperbaiki kompetensi dan ujian pada saat masa pendidikan sebelum menjadi dokter. Jika DLP diterapkan maka sejawat memahami hal ini hanya akan menambah permasalahan bukan membenahi pelayanan kesehatan. Harapan kita bersama tentunya dengan semakin berkualitasnya dokter yang terjun di pelayanan kesehatan primer maka tingkat kesehatan masyarakat kita semakin meningkat.

  

Sistem kesehatan kita memang tidak bisa dibandingkan dengan negara maju seperti Kanada, Jepang ataupun Amerika. Tetapi kita harus lebih banyak berkaca pada negara China dan India dengan populasi dan tingkat ekonomi yang hampir mirip. Toh kesehatan tidak hanya berdiri sendiri. Ujung-ujungnya orang sehat jika ekonomi, jiwa dan sosialnya juga sehat. Bingung. Masih banyak PR di negeri ini.



Read More..

ALL ABOUT SISTEM KAPITASI BPJS

Hello World!

Ditulis oleh: Yunika Varestri A.R.
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menggunakan sistem kapitasi dalam proses pembiayaan. Kapitasi berasal dari kata kapita yang berarti kepala atau jiwa. Atau secara rincinya, penghitungan alokasi Dana Kapitasi oleh BPJS Kesehatan, yaitu :

  1. Didasarkan pada jumlah peserta yang terdaftar di FKTP sesuai dengan data BPJS Kesehatan dan
  2. Tanpa memperhitungkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan.

1. Mekanisme pembayaran kapitasi :
a. Periode Januari sampai 30 April 2014




b. Periode 1 Mei 2014 sampai dengan sekarang

 






2. Pemanfaatan dana kapitasi JKN :

  





3. Pengelolaan dana kapitasi
A. Penganggaran
 








B. Pelaksanaan dan Penatausahaan
 







c. Pertanggung jawaban

 
Read More..

16 Mei 2016

Tips Masuk Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS), Pendidikan Dokter.

Hello World!
Assalamualaikum,

Gimana kabar adek2 yang baru lulus dari SMA kemarin? Sehat? Masih semangat?
Hahahah... Kalian apakah mau melanjutkan sekolah atau berwirausaha?
Jangan takut ya untuk memilih antara sekolah atau berwirausaha... Karena kedua-duanya sama-sama sekolah kok. Apalagi sekarang kan eranya internet, Jadi akses ilmu pengetahuan sangat terbuka asalkan kalian mau belajar.

Di setiap masa pendaftaran masuk perguruan tinggi, fakultas kedokteran masih menjadi jurusan favorit. Entah itu karena alasan orang tua atau diri kalian sendiri yang ingin menjadi dokter. Tapi ingat sebelum masuk pastikan lagi hal itu keinginan kalian ya. Karena nanti setelah orang tua tiada kalian sendiri yang akan menjalani kehidupan kalian. Gak bisa menyalahkan orang tua kan... hahaha...

OK, kali ini saya akan membahas bagaimana cara masuk ke Fakultas Kedokteran UNS (Universitas Sebelas Maret), khususnya jurusan Pendidikan Dokter. Tau ga, bahwa diantara jurusan kedokteran lain seluruh Indonesia, UNS menempati peringkat kedua dalam hal peminat terbanyak setelah UI.


Di atas adalah foto dari surat kabar KOMPAS yang menganalisis bahwa sebenarnya pendidikan dokter itu mahal. Jika negeri lumayan mahal. Swasta mahalnya semakin minta ampun. Namun hal itu sejajar dengan tingkat persaingan peminatnya. UNS memang jauh dari kata murah dibandingkan dengan sebelum sistem UKT dulu. UNS masih memiliki sisa daya tarik sebagai kampus yang murah dan biaya hidup yang murah. Namun disayangkan infrastruktur FK UNS ya bisa bikin minder dibandingkan dengan FK lain apalagi FK swasta. 

JADI TIPS KALI INI UNTUK BISA MASUK FK UNS
  1. Kenali bahwa kalian bersaing dengan hampir 7000-an mahasiswa. Persaingan ketat bro, jadi harus siap-siap menerima segala konsekuensi.
  2. Prestasi kakak tingkat sangat berpengaruh terhadap hasil SNMPTN
  3. SBMPTN : Kalian harus belajar mati-matian dan gila-gilaan untuk bisa masuk sini. Ingat jatah masuk totalnya cuma 240 orang di tiap angkatan. Kira dari SBMPTN biasanya cuma 80-100 Mahasiswa.
  4. Mandiri : Persiapkan duit dan jangan lupa ilmu...sekaya apapun bapak mu kalo ga pinter yang ga ketrima.
  5. Jangan takut dengan biaya yang mahal, karena banyak cara untuk mendapatkan keringanan pembayaran (penundaan lo ya... bukan pengurangan) bisa minta bantuan teman-teman BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa).
  6. Kalo kalian mau....dan kalian bener bener mau....kalian pasti dapet....!!! Semangat!
Ok, itu aja tips buat kali ini, semoga bermanfaat.
Read More..

13 Mei 2016

Pasang HSF (Heatsink Fan) Cooler Master Hyper 212 EVO TURBO di Casing Dazumba D-VITO 901

Assalamualaikum,
Hello world!

Ceritanya PC saya sudah terlalu lama memakai kipas pendingin prosesor stock. Alasannya klasik, yaitu karena keterbatasan dana. Akibatnya saat melakukan tugas-tugas berat di PC timbulah hawa panas di dalam kamar. Apalagi temperature dari CPU sering melonjak seperti orang demo minta upah. CPU yang saat ini saya gunakan adalah AMD FX-6350 seri unlocked. Jelas sekali penggunaan selama ini kurang maksimal karena kemampuan core speednya yang tertulis 3,7 GHz sebenarnya mampu mencapai 4,2 GHz minimal. Alasan klasik saya memilih prosesor ini adalah karena harganya terjangkau sehingga antara price/performance index nya tinggi dibanding produk intel.

Saya tetapkan pilihan saya pada pendingin Cooler Master series Hyper 212. Sebenarnya saya pengen dapetin yang seri 212x yang ternyata harganya masih sangat mahal yaitu 600 ribuan. Seri sebelumnya adalah Cooler Master Hyper  212 EVO TURBO. Seri lama ini gak jauh berbeda dari segi performa dibandingkan adiknya. Bedanya adalah bentuk fin alumunium dan tersedianya alur V-SHAPED sehingga lebih cepat menghantarkan panas (katanya). Akhirnya saya menemukan Hyper 212 EVO TURBO bekas dari sebuah e-commerce. Harganya cukup reasonable sebesar 450 ribu dengan pasta heatsink yang masih banyak.

Problem lain muncul ketika saya menggunakan casing Dazumba D-VITO 901. Saya pada awalnya khawatir apakah HSF saya bisa masuk dan casing samping bisa saya tutup. Tinggi HSF tersebut sendiri mencapai 156 cm. Jelas angka yang tidak kecil bagi pendingin prosesor. Kemudian saya cari tau di berbagai forum dan ternyata casing ini mampu menampung HSF tinggi ini.


Barang saya beli dan terima. Saya pasang HSF nya ke dalam casing dan pas banget. Pasang HSF tidak perlu mencopot mobo dari casing.

 Sebelum diganti, HSF standar yang suaranya mirip jet

 Prosesor dengan sisa thermal paste

 Bersihin prosesor dengan alkohol dari sisa-sisa dosa dunia

 This is 24-Carat Gold

 Pasang dudukan dulu euy!

 Si big boy udah kepasang

 Penampakan double fan, hisap keluar.

Aksi sewaktu nyala
Read More..

1 Mei 2016

Perang BUKALAPAK melawan para Fraud-Voucher

Hello world!
Assalamualaikum, wr wb
Salam sejaterah untuk kita semua

Kalian semua pasti kenal kan dengan logo yang satu ini?
Yup, Bukalapak.com merupakan salah satu wahana e-commerce di Indonesia yang akhir-akhir ini lagi booming. Penyebabnya yang pertama adalah CEO Bukalapak.com ini yang bernama Achmad Zaky sering tampil tidak hanya sebagai motivator bisnis tetapi eksis dalam tiap iklan-iklan di bukalapak.


"Gak nanggung-nanggung CEO yang satu ini berani tampil beda dan total dalam setiap iklannya"

Alasan kedua Bukalapak.com ini termasuk salah satu e-commerce yang bisa dibilang pro / mendukung perkembangan usaha produk-produk UKM kecil. Tujuan awal dari bedirinya Bukalapak ini salah satunya adalah cita-cita sang CEO untuk memajukan pemasaran UKM kecil di Indonesia. Jadi siapapun bisa berjualan di Bukalapak asalkan memiliki akun yang terverifikasi. Semuanya gratis, kecuali jika anda membeli paket fitur push untuk menaikkan dan memudahkan pencarian.


Ketiga, Bukalapak,com memiliki sebuah komunitas yang membina UKM di Indonesia. Para pelapak, sebutan untuk penjual di Bukalapak, bisa berupa perorangan (mahasiswa, karyawan) atau bahkan perusahaan besar. Bukalapak sering mengadakan meetup atau bahkan seminar. Tentunya Bukalapak tidak hanya memberikan fasilitas tetapi juga dukungan moril dan ilmu kepada pelapaknya. Usaha ini merupakan kontribusi yang positif menurut saya pribadi.


Keempat. Bukalapak.com memiliki model transaksi e-commerce yang unik. Singkatnya Bukalapak layaknya rekber yang legal dan massif. Bukalapak memegang kendali atas uang transaksasi dan perpindahanya baik dari pembeli ke pelapak. Selain itu di Bukalapak.com kita kenal dengan satu person yang bernama bang Billy yaitu customer service yang responsif terhadap keluhan pelanggan Hahaha. Bang Billy Bukalapak selalu muncul di subforum seperti Kaskus, Lapor.net dan sebagainya. Bukalapak terkenal di kalangan netter lebih menjamin keamanan uang dari pihak pembeli. Selain itu karyawan di Bukalapak merupakan teknisi yang handal dan selaku watchdog merakalah yang memantau arus transaksi, Tentu arusnya sangat besar sekali. Karena jumlah netter yang mengakses Bukalapak sangat banyak dan akibatnya server sering down, hahaha... Bukalapak juga memiliki sistem feedback dan peringkat mirip KASKUS.



Keempat. Bukalapak sering sekali memberikan voucher kepada para pelanggannya. Hanya saja banyak sekali oknum-oknum yang memanfaatkan voucher ini dengan tidak benar.


Jadi dari hasil pemantauan saya jumlah para frauder yang memanfaatkan kelengahan sistem bukalapak kian hari kian meningkat. Hal tersebut terbukti dengan aturan voucher dari Bukalapak yang kian periode kian tebal. Ditambah lagi sekarang Bukalapak memiliki hak penuh untuk membekukkan pelapak yang nakal. Adapun indikasi penyalahgunaan voucher oleh pelapak sebagai berikut:


  1. Pelapak ingin menaikkan rating lapaknya dengan melakukan transaksi palsu dan memberikan feedback positif. Hasilnya kasta pelapak tersebut meningkat.
  2. Pelapak ingin mengambil keuntungan cash dari voucher dengan melakukan transaksi palsu, fiktif demi menguntungkan pribadi dan merugikan pihak Bukalapak. Karena Bukalapak tidak segan-segan memberikan potongan harga kepada produk lokal loh. Ibaratnya para pelaku fraud ini tergiur dengan uang panas yang cepat. Awalnya untuk mendorong masyarakat berbelanja malah disalahgunakan oleh sebagian orang.

Nampaknya kian hari sistem Bukalapak.com semakin diperbaiki dan menghasilkan kemajuan yang pesat. Terbukti dengan adanya gelombang besar-besaran penutupan akun selama promo BBG (April 2016). Pelaku fraud langsuing kebakaran jenggot teriak maling (padahal siapa yang sebenarnya maling coba wkwkwkwk) sana-sini di berbagai forum seperti KASKUS dan Lapor.net. Mereka juga memakai tuduhan-tuduhan yang kekeuh bahwa dirinya benar. Saya beri acungan jempol untuk tim fraud@bukalapak.com dan policy@bukalapak.com yang tidak lelah menghadapi hal semacam ini. Semoga kedepannya e-commerce yang muda seperti ini tidak hilang hanya karena fraud yang terlalu kerap.

Untuk memantau berbagai kasus fraud yang pernah terjadi di Bukalapak silahkan akses di link bawah ini:
yang lain silahkan googling sendiri ya,

Ok sekian dari saya, saya meminta maaf apabila ada kata-kata yang kurang pantas di sini, stay tune di blog ini dan SALAM LEVEL UP!
Read More..

27 April 2016

Cultural Shift

Kurang lebih 4 tahun yang lalu saya masih hidup di kota Surabaya sebagai mahasiswa Jurusan Fisika di UNAIR. Kehidupan kota Surabaya dan suasana metropolisnya membuat jiwa outspoken saya tersalurkan. Saya berani untuk mengutarakan pendapat. Saya berani untuk menunjukkan diri saya. Saya melawan. Debat dimanapun untuk beradu argumen dengan benar sudah menjadi hal sewajarnya. Setiap hari saling tegur di asrama. Bahkan mencaci jika melihat ketidaksesuaian dengan norma positif adalah hal lumrah

4 tahun di Solo saya sudah memahami budaya yang adem ayem, alon-alon asal klakson -eh klakon. Awalnya sempat menghadapi cultural shock karena kebiasaan saya yang ceplas ceplos. Budaya di jawa tengah mayoritas mengutamakan kestabilan dan ketenangan sosial ketimbang menunjukkan perlawanan. Rela terinjak pun tidak apa-apa asal tidak gaduh.
Kira-kira seperti itu...

Orang di sekitar tampak risih dengan suara-suara saya dulunya. 1 tahun saya merasa biasa saja. 2 tahun dengan semakin banyak bertemu dengan masyarakat saya mulai berpikir. 3 tahun sering bertemu dengan calon pasien, saya semakin sadar bahwa kebiasaan lama saya membuat mereka sakit hati nantinya. Saya tidak memaksa. Cukup saya mengubah diri menjadi lebih terbungkam lewat suara. Namun tangan saya masih bekerja. Ketenangan adalah apa yang mereka cita-citakan.
Read More..

12 Maret 2016

The Nyerocos - Pengenalan Sistem Imun Tubuh Manusia / Imunologi Dasar

Hello world!
Sambil mengisi liburan bisa dengerin the nyerocos supaya tetep update!



Happy weekend! Read More..

1 Maret 2016

Note #1

Hello world
Assalamualaikum,

Lama rasanya tidak berbagi kisah melalui blog ini. Menulis di blog ini sama dengan meluangkan waktu untuk berbicara dengan diri saya sendiri. Sudah 3,5 tahun akhirnya mimpi untuk masuk di dunia kedokteran terwujud. Kadangkala saya lupa bersyukur telah dijawabnya doa. Masuk FK ternyata menyenangkan dengan banyak sekali pelajaran yang bisa diambil. Berbagai karakter dan ilmu telah dapat saya temukan di sini. 

Namun adakalanya aku memiliki hobi yang cukup menyimpang dari studi. Aku punya ketertarikan terhadap dunia perfilman. Sayang keduanya cukup menyita waktu untuk dijalani bersama. Selain itu masih banyak hobi-hobi yang belum aku temukan dan dalami.

Namun perjuangan menjadi dokter bukanlah suatu permainan. Nyawa adalah taruhan terbesar bagi seorang dokter. Dokter adalah pelayanan masyarakat. Aku ingin membantu orang lain untuk hidup lebih sehat tapi juga ingin tetap berkarya menjadi seorang sineas. Mungkin keduanya bisa disatukan menjadi kombinasi yang cantik. Bukankah mengajak orang untuk hidup sehat melalui video juga bagus? Sekali lagi kedua hal itu membutuhkan waktu.

Dalam benak ku, saya adalah pemalas. Hal itu lah yang membuat saya sering berinovasi dan berimajinasi.
Saya mudah bosan untuk mengerjakan rutinitas.
Saya adalah pedagang musiman,
Menjual ide saat musimnya,
Kadang kala saya adalah manusia industri.
Membuat project jangka selamanya.
Read More..

15 Januari 2016

Live in your best body....Why not?

Assalamualaikum,
Hello world!

Benda apa yang paling banyak terjual? Yap, tongkat sakti a.k.a tongsis (tongkat narsis). Sekarang lagi jamannya selfie, cekrek, edit, upload sambil nunggu pujian atau like datang. Manusia terutama di Indonesia saat ini dikabarkan menderita krisis kepercayaan dan penghargaan diri. Aktualisasi yang maya semakin dibanggakan (red: dunia maya) sedangkan dunia nyata terhapuskan.

Yah, gimana lagi... paling mudah adalah menilai penampilan seseorang secara fisik. 
Bener kan? Cepet, Mudah, Praktis, sekalian stalking dan dijamin bebas malu. Gak usah pake kenal atau ngobrol langsung segala

Ketemu orang dengan pakaian rapi plus jas atau setelan, primal instinct kita sudah menganggap orang itu pasti orang sukses banyak duit. Sedangkan kalo kita liat orang pake celana kolor kaos oblong usang atau kemeja usang, timbul first impression yang tidak terlalu tinggi kepada orang tersebut. Bisa jadi kita beliau bergaya seperti almarhum Bob Sadino dan memiliki kesuksesan segudang yang tidak dipajangnya lewat pakaian. Kita sering mengambil shortcut dalam berpikir hanya percaya pada mata. Bisa jadi karena ketertidaktarikan kita untuk berkomunikasi face to face untuk mengenal pribadi. Hmm,,, 

Trus apakah penampilan itu penting kawan?
Jawabannya: PENTING!
Karena penampilan merupakan cerminan dari kepribadian dan watak orang tersebut.

Penampilan itu kalo kita buka satu-satu ada 3 lapis... yaitu (1) pakaian luar pelindung kita berupa kain, (2) pakaian alami kita berupa jasad, dan yang ke (3) adalah pakaian ketuhanan kita yang bernama iman dan takwa.

Kali ini saya ingin membahas pakaian yang nomor (2) yaitu tubuh kita / jasad.
Dalam dunia kedokteran, tubuh manusia masih memiliki misteri yang belum terpecahkan. Ibarat bocah usia 5 tahun yang belum tau manfaat sebuah komputer canggih, yang mampu mengendalikan satelit jarak jauh, kita masih belum tau banyak tentang rahasia dan kemampuan luar biasa tubuh kita. Manusia hanya menggunakan sebesar 2% dari kemampuan otaknya. Apalagi misteri yang belum banyak terpecahkan adalah tentang otak dan persarafan tubuh kita.

Banyak orang yang tidak sadar telah diberikan tubuh yang sempurna. Bahkan yang tidak lengkap pun masih punya cara untuk bersyukur. Suatu sore saya melihat bapak-bapak mengangkat barbel 10 kg, dilanjutkan dengan pull up. Beliau hanya menggunakan tangan kanannya. Tangan kirinya? Sudah lama diamputasi. Tidak ada rasa malu dalam dirinya... sama sekali. Bahkan bapak-bapak yang ternyata sudah menjadi kakek itu membawa serta cucunya untuk berolahraga. Luar biasa!

Dari situ saya berpikir, jika bapak itu bisa menjaga kesehatan dengan aktif berolahraga kenapa kita tidak? Bukankah kita dititipi tubuh ini untuk mengembara dan aktif bergerak di muka bumi. Terutama buat remaja (mahasiswa) yuk lebih banyak bergerak lagi!

"Saya selalu membayangkan apa yang dimaksud bahwa Tuhan menciptakan kita dalam keadaan yang sempurna"

Bahasan kita kali ini sempurna dalam hal fisik ya...sempurna tidak harus lengkap, sempurna dalam artian kualitas yang super prima dan dibekali kemampuan yang tidak main-main. Jika ada yang mengeluh tubuhnya terlalu kurus atau terlalu obese, ingatlah bahwa jiwa kita diberi kesempatan untuk hidup dalam tubuh dengan kondisi yang terbaik! Make a change before too late! 


Read More..

15 November 2015

Tips Agar Skripsi Lancar ala Mahasiswa FK UNS

Assalamualaikum,
Hello world!

Mahasiswa semester tua pasti tidak asing lagi dengan yang namanya skripsi. Sebuah lembaran kertas yang dilakban dan dilapisi mika bening pada kedua sisinya ini kerap kali menemani aktivitas bersama di kala senggang. Tak heran ada beberapa mahasiswa yang parno jika ditanya tentang skripsi. Masalahnya paradigma skripsi di kampus kebanyakan dikenal berhasil menjegal kelulusan mahasiswanya. Tugas yang satu ini memang butuh perhatian dan treatment khusus guys dibandingkan dengan tugas-tugas yang lain. Berikut ini beberapa Tips supaya skripsi lancar dan berfaedah:

  1. Sadari dulu, kenapa kamu harus bikin skripsi? Sekedar lulus kah atau ingin mencapai prestasi?
  2. Bikin skripsi tidak harus sempurna setiap konsul, (percayalah).
  3. Bersikap dewasa dalam berkomunikasi dengan dosen pembimbing dan tunjukkan keinginan dan keseriusan Saudara.
  4. Jika bingung tanyalah seperlunya, hindari membuat bingung anda sendiri setelah konsul, ajaklah dosen untuk ikutan bingung. Hehehe...
  5. Hindari fokus pada tujuan/ "goal", fokuslah pada kelakuan. Hasil akhir itu milik Tuhan, kelakuan itu milik kita.
  6. Tunjukkan anda paham di depan dosen (meskipun sebenarnya banyak tidak paham). Caranya mengangguk disaat yang tepat dan tunjukkan rona wajah antusiasme kepada dosen.
  7. Skripsi adalah media pembelajaran. Raihlah sesuatu dari skripsi.
  8. Aktif mencari informasi dan usahakan ada progress tiap hari.
  9. Banyak-banyakin konsul, dikit-dikitin kerjain sendiri, dosen bosen bakal nyuruh kita cepetan maju.
  10. Meskipun kamu butuh refreshing, usahakan sesingkat mungkin ninggalin skripsi, karena gak ada kopi yang enak kalo udah anyep-anyep. 

Itu aja tips yang bisa saya bagikan, kalo ada tambahan silahkan tulis di komen.
Terima kasih. Wassalam.

Read More..

31 Oktober 2015

Hilangnya Wanita yang Tertusuk oleh Lidahnya Sendiri

Aku bertemu di pinggir jalan, tak jauh dari tempatmu mabuk. Sorot lampu itu kian terkalahkan oleh rona wajah sang mentari. Hiruk pikuk tawa kian mengisi celah udara saat itu. Bertambahlah sebuah pengertian.
Sejak pertama bertemu, selalu, asap putih mengepul dari mulutmu. Pekat seperti malam sebelum hujan itu datang. Lembah lidah itu mengalun bebas. Cukup untuk membuat ketenangan hilang. Pencarianmu akan kesenangan membutakan, menebas, menyudutkan akal sehat pemikiran. Kepala mu menjulur sejauh lidah itu memanjang. Bebaskan, sesuai pengertianmu. Lalu tergigit dan dirimu menangis. Sumpah serapah itu muncul demi ketakutannya yang tidak pernah habis.

Dirinya merasa kebal. Tidak ingat lagi, berapa banyak asap yang dibuatnya. Kabut itu menutupi penglihatannya, ia mulai lupa bahwa lidahnya bukan lidahnya yang dulu. Lidah itu pun bersumpah serapah sendiri, menghujat pemiliknya.... menusuk Wanita yang telah tertinggal harga dirinya. Wanita itu sirna, meninggalkan lidahnya berbuat onar.
Read More..

25 April 2015

Di Balik Kekuatan yang Besar Terselip Godaan yang Besar

Hello World!
Assalamualaikum Wr. Wb,
Salam sejahtera

Haus rasanya di tengah hujan yang deras di luar sana tidak menyapa melalui blog ini. Padahal dulu suka banget nulis di blog. Hari ini sempat nulis di blog bersamaan ngerjain video promosi pilkada Dekan FK UNS 2015 plus ninggalin temen-temen BEM yang sedang berjuang melayani adek-adek yang kelak menjadi pemimpin hebat (di acara LKMM; Latihan Keterampilan Manajerial Mahasiswa). Amiin. Tulisan kali ini dibuat dalam alunan lagunya Ed Sheeran - Thinking Out Loud

"Semangat untuk kawan-kawan yang sedang membuat perubahan lebih baik di luar sana! "

Di paragraf atas kata melayani sengaja saya cetak dengan huruf tebal. Setebal bibir gadis yang mencoba memanipulasi bibirnya biar mirip kayak artis Kylie Jenner (thank's to Denalia for the correction) , remaja sekarang otaknya lupa dibawa kadang-kadang. -.-

Melayani dalam makna memberian pelayanan adalah sebuah tugas yang kadang-kadang kita merasa hina dan posisinya dibawah harga diri. Tahukah bahwa sejatinya kita hakikatnya berada di bawah kawan? Kodrat kita adalah di bawah kekuasaan Ilahi. Apalagi sebagai orang yang mengaku beragama maka sepatutnya tunduk dalam aturan-aturan yang ditetapkan oleh Sang Maha Penguasa. Bukankah kita dikatakan hina jika perbuatan kita tak bedanya dengan binatang?

Kalau dilihat dalam kehidupan sehari-hari dapat ditarik sebuah gambaran besar bahwa kehidupan pada intinya adalah bagaimana kita melayani. Sebuah bank dikatakan sukses apabila dapat melayani nasabahnya, untung-untung melayani nasabah dalam jumlah yang besar. Begitu juga dengan profesi dokter. Dokter pada intinya adalah proses pengabdian dan pelayanan. Perlu diingat kawan bahwa yang menyembuhkan manusia bukan manusia sendiri, angin, matahari, hujan, tabib, dukun ataupun jin dan sebagainya melainkan Tuhan yang mengangkat penyakit kita beserta dosa-dosa selama kita sakit. Dokter hanyalah seorang manusia yang merawat dan melayani percepatan proses penyembuhan. Karena dalam tubuh kita telah diciptakan dengan lengkap oleh Sang Maha Pemurah cadangan / suku cadang (dalam hal ini sel yang bisa mengganti kerusakan akibat penyakit) dan kekuatan untuk memperbaiki (self regenerating). Oleh karena itu kita telah diingatkan melalui kalam "Nikmat mana lagi yang kamu dustakan?". Karena tak jarang kita sendiri yang menyebabkan diri kita sakit karena keyakinan kita yang salah jika menganggap tubuh ini milik kita sepenuhnya dan tidak bisa rusak. Caranya dengan minum dan makan yang tidak sehat, kehidupan malam, begadang untuk hiburan, kurang istirahat dan sebagainya.

Melayani tidak hanya dilakukan oleh segolongan profesi kawan. Semua orang diciptakan untuk melayani apa yang ia yakini dan ia hormati. Pedagang, PNS, Guru, Petani, Anak, Suami, Istri, Pemulung dan lainnya memiliki tugas dan fungsi untuk melayani. Siapa yang dilayani? Jika ia menghormati uang maka ia melayani untuk uang. Jika ia menghormati manusia maka pelayanan tersebut hanya untuk manusia. Jika ia menghormati Tuhan maka ia akan melayani dan menjadi pelayan Tuhan. Pilih mana? Sudah tau bahwa rezeki datangnya darimana kawan? So kenapa kita khawatir apabila kita sudah melayani dengan sebaik mungkin. Apalagi kita beriman bahwa Tuhan kita memiliki sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim.

Dari beberapa orang yang saya amati dapat dipetik sebuah pola bahwa orang sukses, pintu rezekinya terbuka lebar apabila ia melayani dalam jumlah besar. Kadangkala kita menempati posisi strategis dan diberikan amanah serta kekuasaan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk memberikan pelayanan lebih banyak. Tentu saja, setan, musuh manusia sejati tidak suka jika manusia itu mendapatkan pahala, ridho dari kekuatan yang diperoleh. Maka setan punya strategi dan anggaran yang besar untuk menggagalkan orang yang memiliki kekuasaan dan kekuatan itu. Itulah salah satu cobaan yang diizinkan oleh Allah kepada mahluknya. Bukankah kita semua tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa diuji dan dimintai pertanggung jawaban atas semua rahmat-Nya?

Saya rasa hal sederhana dari amanah yang kita dapatkan adalah waktu.
Bagaimana kita bisa berjalan dalam waktu adalah sebuah kekuatan dan merupakan amanah.
Maka pertanyaan intinya, sejauh mana anda memberikan pelayanan dalam waktu yang terbatas ini?
Jawabannya tergantung dari setiap kita masing-masing.

Terimakasih sudah menyempatkan membaca tulisan saya.
Komentar dan masukan saya tunggu ya,
semoga bermanfaat!

Wassalam.
Read More..

9 Januari 2015

Jangan Takut Lapar!!!

Orang yang sudah mapan takut lapar
Kebanyakan yang tua menganggapnya sedemikian
Lapar itu sakit!
Lapar itu sakit!
Sedikitpun jangan sampai merasakan...
Tak heran jajaran polisi senior gendut
Tak jarang pengacara senior berperut buncit
Apa yang mereka takutkan?
LAPAR!?

Mata cekung di tepi jalan
Dia berteriak!
Kenalkan inilah sahabatku
bernama Lapar

Perut itu punya mulut
Perut itu punya taring
Perut itu bisa membunuh
Perut itu bisa menyiksa saudaranya sendiri
Ketika perut itu bersenjatakan lapar
menyandera nurani yang tak berakal

Apa yang ditakutkan?
LAPAR!?

Terima kasih Ar-Rahman
Lapar itu wujud nikmat
Lupa rasanya nikmat tanpa rasa lapar
Lapar itu jalan untuk terus berjalan

Jangan sampai lapar ini membuatku lebih takut daripada takut kepada-Mu
Read More..