Catatan absurd dari seorang Wahyu Tri Kusprasetyo. Sedang menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
10 Januari 2013
Ketika Musim Remidi Tiba
Ketika musim remidi tiba, hari-hari yang absurd segera datang. Wah ternyata namaku ada...
Akhirnya kuputuskan kembali ke kampus. Bukan penderitaan tapi ujian kesabaran. Mengulang ujian yang sama. Menghafal jawaban dari pengalaman teman-teman.
Ternyata dari hari-hari ini, aku diberikan kesempatan untuk berpikir tenang. Tenang untuk memahami maksud buku yang selama ini menemani di dalam kamar kos ku. Ketika kita ingin memahami sesuatu, sangat jarang kita memahami dalam sekali waktu. Butuh proses, pemahaman, penafsiran bahkan konflik yang harus kita lalui untuk memantapkan isi hati dengan apa yang ada dalam teori. Mungkin dari sini aku bisa menyadari. Bahwa selama ini diriku terlalu egois. Hanya ingin dimengerti bahwa dalam satu malam ini aku harus banyak belajar agar lulus dengan baik. Namun aku melupakan bahwa untuk memahami teori ini tak cukup dengan sekali putaran otak. Harus selalu dibolak-balik. Dibaca berulang-ulang kali. Sambil tiduran, lari, terbang ahh.. masa bodoh. Harusnya aku mencoba sekian kali. Tapi ego ini sejak awal sudah memasang kata bosan untuk mengulang. Padahal tidak selamanya hal yang sama itu kita lalui dengan sama. Kita bisa berpikir bahwa membaca berulang-ulang itu bakalan membosankan. Tapi kita tidak mengerti apa yang akan terjadi nanti di pertengahan kita membaca. Karena masa depan itu masih misteri ilahi.
Read More..
19 Desember 2012
Ujian blok 3, Biologi molekuler
Alhamdulillah, Puji syukur atas nikmat Allah swt untuk menikmati indahnya dunia FK.
Ga terasa udah masuk blok 3. Blok yang sangat luar biasa untuk dipelajari. Dari kuliah di blok ini pikiranku terbuka bahwa sebenarnya ada hal kecil dan teratur dalam penciptaan manusia.Subhanallah.
Dari sini saya bisa melihat bahwa di dalam tubuh kita terdapat gen yang bergerak layaknya satu kesatuan dengan koordinasi yang matang. Komponen satu dengan yang lain menjalankan tugasnya dengan apik. Setiap bagian memiliki tugas dan spesialisasinya masing-masing. Jika salah satu menyimpang maka yang lain segera membenarkan. Itulah kerumitan proses yang sedang berjalan di tubuh kita sehari-hari. Di dalam tubuh kita sel-sel terus menyibukkan diri dengan tugas mulianya. Jika sel tersebut tidak berguna atau membayakan yang lain maka dirinya akan melakukan apoptosis (bunuh diri). Kecuali mereka yang tidak tahu diri.
Selamat belajar! ^_^ Read More..
Ga terasa udah masuk blok 3. Blok yang sangat luar biasa untuk dipelajari. Dari kuliah di blok ini pikiranku terbuka bahwa sebenarnya ada hal kecil dan teratur dalam penciptaan manusia.Subhanallah.
Dari sini saya bisa melihat bahwa di dalam tubuh kita terdapat gen yang bergerak layaknya satu kesatuan dengan koordinasi yang matang. Komponen satu dengan yang lain menjalankan tugasnya dengan apik. Setiap bagian memiliki tugas dan spesialisasinya masing-masing. Jika salah satu menyimpang maka yang lain segera membenarkan. Itulah kerumitan proses yang sedang berjalan di tubuh kita sehari-hari. Di dalam tubuh kita sel-sel terus menyibukkan diri dengan tugas mulianya. Jika sel tersebut tidak berguna atau membayakan yang lain maka dirinya akan melakukan apoptosis (bunuh diri). Kecuali mereka yang tidak tahu diri.
Selamat belajar! ^_^ Read More..
1 November 2012
Kuliah di FK UNS, about internet

Read More..
23 Oktober 2012
Bioetik blok ke-dua
Blok bioetik,
ga terasa udah dua blok telah dilalui selama menempuh pendidikan di UNS.
Blok Budaya Ilmiah (1) -> Alhamudillah bisa dinalar, hehehe...
Blok Bioetika dan Humaniora (2) -> Masih menjadi misteri...
Soalnya besok adalah ujian blok kedua. Rencananya sehabis ujian langsung ngacir pulkam ke Probolinggo naik kereta. Tiket udah pesan, cukup kelas ekonomi. Meriah, murah, dan rame.
Etika adalah sebuah kata yang harus diperhatikan oleh seorang dokter. Sebagai decision maker, keputusan yang dibuat oleh seorang dokter harus berlandaskan pada kaidah bioetik. Kadiah bioetik yang paling banyak diakui ada 4, yaitu terdiri dari Beneficience, Non Maleficence, Autonomy, dan Justice. Kode etik hanya dimiliki oleh profesi-profesi tertentu yang menyinggung masalah moral. Sifat etika kedokteran diantaranya khusus, sosial, individual, dan normatif. Banyak sekali permasalah etik dalam masyarakat yang seharusnya menjadi perhatian penting.
Sebagai seorang dokter haruslah mempunyai jiwa rela berkorban.
Read More..
20 Oktober 2012
Langganan:
Postingan (Atom)
