Hello world!
Hari ini, sebenarnya aku ingin menuliskan sebuah cerita. Aku hanya tidak ingin membicarakan tentang masalah akademis ataupun materi pelajaran yang telah terperangkap dalam mindset bahwa kedua hal tersebut memberatkan.
Bulan ini sangat penuh kejutan bagiku. Ada sebuah progress yang harus aku lewati untuk menjadi siapa aku kedepannya. Ya dan itu masih menjadi misteri. Kejutan yang pertama adalah kamar kosku sekarang tidak bisa ditumbuhi jamur. Tidak lembab seperti yang dulu. Malahan kamar kos yang sekarang ada air terjunnya kalo hujan. Kalo siang ada bau masakan warung sebelah yang selalu mengetuk hidung ini. Kejutan yang kedua adalah kamar kosku tambah penuh. Seiring waktu, kebiasaan menimbun sampah ini kian mengakibatkan masalah. Kejutan yang ketiga adalah bulan ini adalah bulan yang penuh dengan peningkatan kualitas hidup, sekaligus penurunan tebal dompet :P.
Kos di Solo/ Surakarta untuk mahasiswa UNS merupakan hal yang bisa dibanggakan. Kos di Surakarta termasuk murah (bagi yang tau posisi strategis). Pada tahun ajaran baru, kos-kosan udah dibackup sama calo yang mondar-mandir cari tip dari pendatang. Gak semua warga Solo baik, karena gak semuanya adalah warga asli dan sebagian besar adalah pendatang khususnya untuk daerah di dekat kampus UNS. Kata siapa semua harga kos di belakang kampus serba murah, Ah.. jangan ketipu! Kawasan kos dibelakang UNS sekarang semakin komersil...Duit,duit,duit...Tiap tahun harga kos naik, dan semakin dekat dengan kampus harga kos semakin gila. Itupun belum dengan tambahan ini itu dan risiko kriminalitas yang cukup tinggi. Jangan kaget kalo harganya 3-6 juta per tahun. Tapi tetap ada harga yang masih belum komersil sekitar 1,5 juta'an. Itupun jaraknya cukup jauh dan harus bersabar.
Selamat tidur
Read More..
Catatan absurd dari seorang Wahyu Tri Kusprasetyo. Sedang menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
16 Juni 2013
18 Mei 2013
Kampus Kompas Kampis
Tanggal 18 Mei 2013
Hari ini rasanya plong... setelah berbagai acara selesai. Mulai dari Try Out bla..bla...bla.. sampai urusan tender hotspot. Udah sih itu aja, aku kangen memahami materi -.-. Rasanya kalo jadi dokter sekarang aku belum siap dan bakalan useless. God always give us the best time but usually we don't use it at the best. Read More..
Hari ini rasanya plong... setelah berbagai acara selesai. Mulai dari Try Out bla..bla...bla.. sampai urusan tender hotspot. Udah sih itu aja, aku kangen memahami materi -.-. Rasanya kalo jadi dokter sekarang aku belum siap dan bakalan useless. God always give us the best time but usually we don't use it at the best. Read More..
31 Maret 2013
bukan [Tips] Belajar SUCK-SES Mahasiswa Kedokteran ala sistem KBK
Hello world, entah kenapa muncul ide menulis judul ini. Rasa-rasanya untuk menggeluti bidang kedokteran saat ini butuh kesadaran yang ekstra dari diri mahasiswa sendiri. Karena kita sudah memasuki era student-centered, yap. Kalo kita tahu belajar di Pendidikan dokter (fakultas kedokteran) itu sebenarnya gak susah. Tidak ada materi yang tidak bisa dikuasai. Hanya saja butuh proses dan waktu yang tidak lama. Terkadang mahasiswa zaman sekarang, termasuk saya, khususnya saya...berorientasi pada sesuatu yang bersifat instan. Gimana gak coba, kehidupan mahasiswa saat ini itu serba instan... contohnya ya, tiap hari makan mie instan, kalo buat laporan tutorial pengennya juga instan, kalo punya pacar jadiannya instan, mutusin juga instan... kalo megang gadget maennya ya instangram #gak_nyambung_banget.
[Buat para mahasiswa yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng sekalian... gunakan sesuatu yang instan itu dengan bijak, heheheh..]
Sedikit perkenalan nih, kalo kuliah di kedokteran itu paling gak ada kegiatan ini neh:
1. Tutorial = Semacam diskusi yang biasanya digunakan buat ajang gabut. Padahal ini adalah sarana belajar utama. Tapi sebagian besar mahasiswa merasa membaca buku yang dibawa saat tutorial sudah cukup tanpa timbul rasa ingin tau untuk menantang misteri Ilahi. #cieecieee.com
2. Kuliah = Kuliah zaman sekarang beda sama kuliahnya dr.Sutomo. Kalo sekarang dosen gak perlu menghafal dan super paham, cukup dengan membaca slide dan mengetukkan jari jemari sudah dianggap memberikan kuliah. Parahnya lagi kalo ada dosen yang tega ngomong sama papan atau layar LCD ketimbang ama mahasiswanya yang udah susah payah mendapatkan bangku kuliah. Alhasil pas kuliah serasa banyak yang tumbang di medan perang (tidur, maen game, ngobrol, koprol, kayang, harlem shake.... apaan sih ini!!) . Selain itu sebelum terciptanya *ppt. mahasiswa dengan sigapnya mencatat bahkan mencoba membaca gerak bibir sang dose ketika berbicara. Semua yang keluar dari mulut sang dosen tak bedanya sabda Nabi yang harus diabadikan dan harus segera dikitabkan. Bukannya mau menyalahkan atau menyesali kelahiran *ppt., hanya saja kita butuh sedikit lebih dewasa untuk menyikapi slide dosen yang cihuyy gto.
3. Praktikum = "gerakk..gerak..coba...coba..." Begitulah sedikit ungkapan yang mungkin terlintas di benak kita sewaktu mendengar kata 'praktikum' waktu SD. Ironis sekali jika kita melihat orientasi praktikum kita di kampus sekarang. Mahasiswa banyak yang tidak mencoba dan kurang sekali rasa antusiasme pada saat menjalani praktikum. Apalagi saat ini dengan jumlah mahasiswa yang bejibun sedangkan laboratorium dan peralatannya lebih mirip ukuran kolong meja, membuat greget praktikum berkurang. Akhirnya kita dapat menemui mahasiswa gabut yang kerjaannya cuma clingukan kanan-kiri akibat tidak tersedianya kesempatan untuk mencoba. Nampaknya telah terjadi disorientasi praktikum menjadi pre tes - post tes - responsi. Mahasiswa cenderung memfokuskan pada ketiga hal tersebut daripada menyesali karena tidak mendapatkan pengalaman dan esensi
praktikum yang sebenarnya.
4. Skill lab = hati-hati! Anda memasuki kandang harimau. Hueueueue.... Read More..
[Buat para mahasiswa yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng sekalian... gunakan sesuatu yang instan itu dengan bijak, heheheh..]
Sedikit perkenalan nih, kalo kuliah di kedokteran itu paling gak ada kegiatan ini neh:
1. Tutorial = Semacam diskusi yang biasanya digunakan buat ajang gabut. Padahal ini adalah sarana belajar utama. Tapi sebagian besar mahasiswa merasa membaca buku yang dibawa saat tutorial sudah cukup tanpa timbul rasa ingin tau untuk menantang misteri Ilahi. #cieecieee.com
2. Kuliah = Kuliah zaman sekarang beda sama kuliahnya dr.Sutomo. Kalo sekarang dosen gak perlu menghafal dan super paham, cukup dengan membaca slide dan mengetukkan jari jemari sudah dianggap memberikan kuliah. Parahnya lagi kalo ada dosen yang tega ngomong sama papan atau layar LCD ketimbang ama mahasiswanya yang udah susah payah mendapatkan bangku kuliah. Alhasil pas kuliah serasa banyak yang tumbang di medan perang (tidur, maen game, ngobrol, koprol, kayang, harlem shake.... apaan sih ini!!) . Selain itu sebelum terciptanya *ppt. mahasiswa dengan sigapnya mencatat bahkan mencoba membaca gerak bibir sang dose ketika berbicara. Semua yang keluar dari mulut sang dosen tak bedanya sabda Nabi yang harus diabadikan dan harus segera dikitabkan. Bukannya mau menyalahkan atau menyesali kelahiran *ppt., hanya saja kita butuh sedikit lebih dewasa untuk menyikapi slide dosen yang cihuyy gto.
3. Praktikum = "gerakk..gerak..coba...coba..." Begitulah sedikit ungkapan yang mungkin terlintas di benak kita sewaktu mendengar kata 'praktikum' waktu SD. Ironis sekali jika kita melihat orientasi praktikum kita di kampus sekarang. Mahasiswa banyak yang tidak mencoba dan kurang sekali rasa antusiasme pada saat menjalani praktikum. Apalagi saat ini dengan jumlah mahasiswa yang bejibun sedangkan laboratorium dan peralatannya lebih mirip ukuran kolong meja, membuat greget praktikum berkurang. Akhirnya kita dapat menemui mahasiswa gabut yang kerjaannya cuma clingukan kanan-kiri akibat tidak tersedianya kesempatan untuk mencoba. Nampaknya telah terjadi disorientasi praktikum menjadi pre tes - post tes - responsi. Mahasiswa cenderung memfokuskan pada ketiga hal tersebut daripada menyesali karena tidak mendapatkan pengalaman dan esensi
praktikum yang sebenarnya.
4. Skill lab = hati-hati! Anda memasuki kandang harimau. Hueueueue.... Read More..
21 Maret 2013
Bersepeda ke Kampus UNS
Kampus adalah tempat yang enak bagi bersepeda. Gak heran soalnya di kampus banyak pohon. Jadi kalo bersepeda kita gak kepanasan dan bisa menghirup udara yang masih bersih. Jika pagi buta menguak keheningan, itulah saatnya yang pas buat gowes (bersepeda). Bulan maret ini aku memutuskan untuk membeli sepeda. Rencana awalnya, aku hanya ingin membeli sepeda yang ada keranjangnya. Tujuannya pas waktu bawa tas yang berat-berat (isi sobotta, dorland) gak perlu lagi menyiksa 12 tulang vertebrae torachia ini. Apalagi pas bepergian jauh-jauh. Akhirnya aku memutuskan untuk membeli sepeda Phoenix MTB fashion. Ku putuskan untuk mengkreasikan sepeda ini dengan menambahkan boncengan dan keranjang sendiri. Oh...ya sepeda baru ini warnanya hitam. Setelah itu esoknya aku beli rantai. Tujuannya? Ya biar gak dibawa maling. Soalnya maling di kosanku itu terkenal ganas. Sepeda ditinggal sebentar di luar aja udah bisa dipastikan raib. Wadeh... geleng-geleng dah kalo dapat kejadian kayak gini.
Emang sebenarnya enak sepeda ke kampus. Untuk menuju ke kampus gak perlu untuk mengayuh terlalu keras. Berbeda 180 derajat pada waktu pulang. Karena kampus UNS terkenal dengan kampus yang seperti gunung Lawu, jadi aku mau tidak mau harus melewati tanjakan di gerbang belakang. Kalo pas gak kuat terpaksa dituntun deh, hehehe.... Alhasil pas nyampe di kos punggung basah semua. Itulah suka duka naek sepeda ke kampus. Gapapa sih yang penting bisa sehat dan mengurangi populasi mahasiswa yang buncit. Salam gowes!
NB: Gowes bisa menyebabkan lapar dan haus mendadak, hati-hati!
Read More..
10 Maret 2013
DIES NATALIS UNS 37
Hello world!
Ga terasa 1 semester terlewati belajar di FK UNS.
Tanggal 11 Maret Kampus Universitas Sebelas Maret akan mengadakan acara dies natalis. Udah sejak sebulan yang lalu sederet acara memeperingati dies natalis diagendakan. Termasuk aku ikut berpartisipasi dalam bakti sosial kesehatan di 2 desa di dekat kampus. Baru-baru ini ada acara lari 11 kilometer dan peresmian gedung baru di depan masjin NH yang katanya memakan dana yang lumayan WOW. Emang dari hasil arsitekturnya bagus dan penuh dengan seni. Tapi kenapa gedung-gedung baru selain gedung FK 8 lantai lebih cepet selesai ya... Padahal kalo ditotal-total lebih mahal gedung-gedung itu daripada gedung 8 lantai FK yang telah 1 tahun terbengkalai. Semoga aja aku bisa mencicipi belajar di gedung delapan lantai ini.
Tiap hari kerjaanku ngenet - lebih tepatnya free wifi di kantor bem - buat ngupdate website bem tiap ada acara baru. Yah.. begitulah kehidupanku saat ini, penuh dengan misteri dan ketidakjelasan. Lama-lama ritme kehidupan menjadi overtone.
Read More..
Langganan:
Postingan (Atom)


